Jumat, 29 Juni 2012

Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Gamelli


DAFTAR ISI

KATA ENGANTAR..........................................................................................................              
DAFTAR ISI......................................................................................................................              

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang...................................................................................................               i
I.2 Rumusan Masalah..............................................................................................              ii
I.3 Tujuan Penulisan................................................................................................              ii
I.4 Manfaat..............................................................................................................              iii

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian .........................................................................................................              1
B.     Etiologi kehamialan gameli ...............................................................................              1
C.     Patofisiologi kehamilan gameli..........................................................................              1
D.    Gejala klinik kehamilan gameli..........................................................................              3
E.     Diagnosis kehamilan gameli..............................................................................              4
F.      Patogenesis kehamilan gameli...........................................................................              5
G.    Faktor-faktor yang terkait dengan kehamilan gameli........................................              6
H.    Letak dan presentasi janin..................................................................................             8
I.       Komplikasi kehamilan gameli............................................................................ 9
J.       Penatalaksanaan kehamilan gameli.................................................................... 9
K.    Pronogsis kehamilan gameli...............................................................................             10

BAB III KONSEP MANAJEMEN KEHAMILAN GAMELI .......................................             11
BAB IV PENUTUP
A.    Kesimpulan .......................................................................................................             19
B.     Saran .................................................................................................................             20
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kehamilan ganda (multifetus) adalah kehamilan yang terdiri dari dua janin atau lebih. Kehamilan ganda dapat menghasilkan anak kembar dua kembar tiga (triplet kembar empat (quadruplet), kembar lima (quintriplet), dan kembar enam (sextuplet). Hamil kembar tentunya menjadi keajaiban. Butuh perlakuan ekstra terhadap tubuh ibu dan janinnya, sejalan dengan perubahan dan kebutuhan yang jelas berbeda dibandingkan kehamilan biasa.
Mengandung bayi kembar merupakan berita besar bagi seorang ibu. Kehamilan kembar memang tidak pernah bisa diduga, ada yang berasumsi bahwa seorang ibu bisa memiliki bayi kembar karena keturunan, tetapi hal tersebut juga masih belum bisa dipastikan.
Faktor predisposisi dari kehamilan gameli antara lain adalah faktor bangsa, hereditas, umur dan paritas tidak atau sedikit sekali mempengaruhi terjadinya kehamilan kembar.Ternyata, pertumbuhan janin kembar dan tunggal menunjukkan perbedaan yang cukup berarti. Berat badan satu janin kembar rata-rata lebih ringan 1000 gram dari janin tunggal. Berat badan bayi kembar dua dan tiga yang baru lahir kurang dan 2500 gram dan kembar lima kurang dad 1000 gram. Berat badan janin dari kehamilan kembar tidak sama. Umumnya, terjadi perbedaan antara 50 sampai 1000 gram. Selain itu, terjadi pembagian sirkulasi darah yang tidak sama. Akibatnya. pertumbuhan kedua janinnya pun berbeda
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dibahas yaitu:
·         Apa itu kehamilan gameli
·         Etiologi kehamialan gameli                
·         Jenis kehamialan gameli                     
·         Gejala klinik kehamilan gameli                                  
·         Diagnosis kehamilan gameli
·         Patogenesis kehamilan gameli
·         Faktor-faktor yang terkait dengan kehamilan gameli
·         Komplikasi kehamilan gameli
·         Penatalaksanaan kehamilan gameli
·         Pronogsis kehamilan gameli

1.3 Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui bagaimana cara penanganan pada kasus kehamilan gameli.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui apa itu kehamilan gameli
b. Mengetahui apa saja tanda dan gejala kehamilan gameli
c. Mengetahui etiologi kehamialan gameli
d. Mengetahui Jenis kehamialan gameli
e. Mengetahui Gejala klinik kehamilan gameli                                  
·         Diagnosis kehamilan gameli
·         Patogenesis kehamilan gameli
·         Faktor-faktor yang terkait dengan kehamilan gameli
·         Komplikasi kehamilan gameli
·         Penatalaksanaan kehamilan gameli
·         Pronogsis kehamilan gameli

1.4 Manfaat
1.      Bagi Mahasiswa
Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan.
2.   Bagi Petugas Kesehatan
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan asuhan kebidanan.







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Defenisi
Kehamilan ganda (multifetus) adalah kehamilan yang terdiri dari dua janin atau lebih. Kehamilan ganda dapat menghasilkan anak kembar dua kembar tiga (triplet kembar empat (quadruplet), kembar lima (quintriplet), dan kembar enam (sextuplet). Hamil kembar tentunya menjadi keajaiban. Butuh perlakuan ekstra terhadap tubuh ibu dan janinnya, sejalan dengan perubahan dan kebutuhan yang jelas berbeda dibandingkan kehamilan biasa.
Mengandung bayi kembar merupakan berita besar bagi seorang ibu. Kehamilan kembar memang tidak pernah bisa diduga, ada yang berasumsi bahwa seorang ibu bisa memiliki bayi kembar karena keturunan, tetapi hal tersebut juga masih belum bisa dipastikan.

B.     Etiologi

·         Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah : bangsa, umur, dan paritas, sering mempengaruhi kehamilan 2 telur.
·          Faktor obat-obat induksi ovulasi : profertil, clomid, dan hormon gonadotropin dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih dari dua. Faktor tersebut dengan mekanisme tertentu menyebabkan matangnya 2 atau lebih folikel de graf atau terbentuknya 2 ovum atau lebih dalam satu folikel. Jika telur-telur yang diperoleh dapat dibuahi lebih dari satu dan jika semua embrio yang kemudian dimasukkan ke dalam rongga rahim ibu tumbuh berkembang lebih dari satu.
·          Faktor keturunan.
·          Faktor yang lain belum diketahui.

C.     Patofisiologi
Kehamilan kembar dibagi 2:
1.      Kehamilan ganda dari 2 ovum ( dizigotik )
Pada kehamilan dizigotik dapat terjadi :
a.       Jenis kelaminnya kebetulan sama.
b.      Umumnya berbeda seperti pertumbuhan janin biasa yang berasal dari ovum-spermatozoa yang berbeda.
Berkaitan dengan waktu terjadinya pembuahan terhadap ovum:
*      Kembar Dizigot : terjadi konsepsi terhadap ovum pada hubungan seksual dengan waktu yang sama terhadap 2 ovum.
*      Superfekundasi : konsepsi terjadi terhadap ovum dengan waktu koitus yang relatif berdekatan.
*      Superfetasi :  kehamilan kedua terjadi pada waktu yang relatif jauh setelah kehamilan pertama. Syaratnya decidua kapsularis dan decidua parietalis belum bersatu sehingga memungkinkan spermatozoa dapat mencapai tuba dan berhasil terjadi konsepsi serta diikuti dengan implantasinya.

2.      Kehamila kembar monozigotik

Kehamila kembar yang terjadi dari satu telur disebut kehamilan monozigotik atau disebut juga identik, homolog atau uni ovuler. Kira-kira 1/3 kehamilan kembar adalah monozigotik, mempunyai 2 amnion, 2 korion dan 2 plasenta; kadang-kadang 2 plasenta menjadi 1. keadaan ini tidak dapat dibedakan dengan kembar dizigotik. 2/3 mempunyai 1 plasenta, 1 korion dan atau 2 amnion. Pada kehamilan kembar monoamniotik kematian bayi masih sangat tinggi.

Masa pembelahan sel telur terbagi dalam empat waktu:
·         0 – 72 jam
Terjadi diamniotik yaitu rahim punya dua selaput ketuban, dan dikorionik atau rahim punya dua plasenta.
·         4 – 8 hari
Selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya punya satu plasenta. Pada kondisi ini, bisa saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak makanan, sementara bayi satunya tidak sehingga perkembangan bayi bisa terhambat.
·         9-12 hari
Selaput ketuban dan plasenta masing-masing hanya sebuah, tapi bayi masih membelah dengan baik.
·         13 hari atau lebih
Rahim hanya punya satu plasenta dan satu selaput ketuban, sehingga kemungkinan terjadinya kembar siam cukup besar. Pasalnya waktu pembelahannya terlalu lama, sehingga sel telur menjadi berdempet. Jadi kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang pembelahannya lebih dari 13 hari.
Dari keempat pembelahan tersebut, tentu saja yang terbaik adalah pembelahan pertama, karena bayi bisa membelah dengan sempurna. Namun, keempat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya.
Faktor yang mempengaruhi waktu pembelahan, dan kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga mengakibatkan dempet, biasanya dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan masalah lingkungan.


D.    Gejala Klinik
Gejala dan Tanda
·         Keluhan kehamilan lebih sering terjadi dan lebih berat.
·         Tanda-tanda yang sering terlihat :
Ø  Ukuran uterus lebih besar dari kehamilan normal
Ø  Distensi uterus berlebihan, sehingga melewati batas toleransinya dan seringkali terjadi partus prematurus. Usia kehamilan makin pendek dan makin banyaknya janin pada kehamilan kembar.
Ø  Kenaikan berat badan ibu berlebihan.
Ø  Kebutuhan ibu akan zat-zat makanan pada kehamilan kembar bertambah sehingga dapat menyebabkan anemia dan penyakit defisiensi lain
Ø  Polihidramnion.
Ø  Palpasi yang meraba banyak bagian kecil janin.
Ø  Detak Jantung Janin lebih dari 1 tempat dengan perbedaan frekuensi sebesar > 8 detik per menit.

E.   Diagnosis
Diagnosis kehamilan kembar dapat ditegakan jika ditemukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Besarnya uterus melebihi lamanya amenorhoe
2.      Uterus tumbuh lebih cepat daripada biasanya pada pemeriksaan ulang
3.      Penambahan berat badan ibu yang tidak disebabkan oleh edema atau obesitas.
4.      Banyak bagian kecil yang teraba
5.      Teraba tiga bagian besar janin
6.      Teraba 2 balotemen
7.      TerdengaR 2 denyut jantung yang letaknya berjauhan dengan perbedaan kecepatan paling sedikit 10 denyut per menit
8.      USG dapat mendiagnosa kehamilan kembar pada triwulan pertama
9.      Rontgen photo abdomen
Diagnosis Banding
1.      Hidramnion
Dapat menyertai kehamilan kembar, kadang kelainan hanya terdapat pada satu kantong amnion dan yang lainnya oligohidramnion. Pemeriksaan USG dapat menentukan apakah pada hidramnion ada kehailan kembar atau tidak.
2.      Kehamilan dengan mioma uteri atau kistoma ovari
Tidak terdengarnya 2 jantung pada pemeriksaan berulang, bagian besar dan kecil yang sukar digerakan, lokasinya yang tidak berubah, dan pemeriksaan rontgen dapat membedakan kedua hal tersebut.


F.        Patogenesis
1.      Kehamilan kembar Monozygotik
o    Kehamilan kembar yang terjadi dari fertilisasi sebuah ovum dari satu sperma.
o    Biasanya memiliki jenis kelamin sama.
o    Perkembangan tergantung pada saat kapan terjadinya divisi preimplantasi
o    Umumnya memiliki karakteristik fisik sama ( bayangan cermin) ; namun dengan sidik jari yang berbeda.
Gambar :
2.      Kehamilan kembar Dizygotik
v  Kehamilan kembar yang berasal dari dua buah ovum dan dua sperma.
v  Kehamilan kembar dizyogitic dapat memiliki jenis sex berbeda atau sama.
v  Faktor yang mempengaruhi terjadinya kembar dizygotic :
§  Ras
§  Cenderung berulang.
§  Menurun dalam keluarga (terutama keluarga ibu).
§  Usia (sering terjadi pada usia 35 – 45 tahun).
§  Ukuran tubuh ibu besar sering mempunyai anak kembar.
§  Golongan darah O dan A sering mempunyai anak kembar.
§  Sering terjadi pada kasus yang segera hamil setelah menghentikan oral kontrasepsi.
§  Penggunaan klomifen sitrat meningkatkan kejadian kehamilan kembar monozygotic sebesar 5 – 10% .
3.      Bentuk kehamilan kembar lain
o    Fertilisasi 2 ovum yang berasal dari 1 oosit dengan 2 sperma.
o    Fertilisasi satu ovum dengan 2 sperma pada dua kejadian coitus yang berbeda (superfecundasi)
Gambar :
                       

o    Superfetation adalah fertilisasi 2 ovum yang dilepaskan pada dua haid yang berbeda (tidak mungkin terjadi pada manusia) oleh karena corpus luteum pada proses kehamilan sebelumnya akan menekan terjadinya proses ovulasi pada siklus bulan berikutnya.

G.       Faktor Faktor Terkait
1.      Anemia gravidarum sering terjadi .
2.      Gangguan pada sistem respirasi dimana “Respiratory tidal volume” meningkat tapi pasien lebih bebas bernafas oleh karena kadar progesteron yang tinggi.
3.      Kista lutein dan asites sering terjadi oleh karena tingginya hCG.
4.      Perubahan kehamilan lebih menyolok pada sistem kardiovaskular, sistem respirasi, sistem Gastrointestinal , ginjal dan sistem muskuloskeletal.
5.      Termasuk kehamilan resiko tinggi oleh karena meningkatnya kejadian :
o    Anemia gravidarum
o    Infeksi traktus urinariums
o    Preeklampsia –eklampsia
o    Perdarahan sebelum-selama dan sesudah persalinan
o    Kejadian plasenta previa
Lima  faktor yang bisa mempengaruhi hamil kembar di luar keturunan yaitu:

*      Usia ibu saat mengandung.
Peluang hamil kembar berhubungan dengan usia, dan puncaknya pada usia 35 dan 39 tahun. Karena perempuan berusia di atas 35 tahun menghasilkan follicle stimulating hormone (FSH) yang lebih banyak dibandingkan dengan usia muda, dan perempuan dengan FSH tinggi bisa melepaskan lebih dari satu sel telur dalam sebuah siklus.Namun kehamilan di usia ini juga meningkatkan risiko komplikasi seperti preeklamsia (tekanan darah tinggi), terutama jika kehamilan tersebut adalah yang pertama.
*      Tinggi dan berat badan ibu.
Perempuan yang memiliki tubuh tinggi dan agak gemuk cenderung lebih sering memiliki kehamilan kembar. Hal ini kemungkinan karena ukuran tubuhnya memadai untuk pertumbuhan lebih dari satu bayi.
*      Ras
Kehamilan kembar lebih umum terjadi pada orang yang memiliki ras Afrika Amerika dan lebih sedikit terjadi pada ras Hispanik dan Asia.
*      Pengaruh dari kehamilan sebelumnya.
Perempuan yang pernah hamil sebelumnya, setidaknya sudah memiliki satu anak cenderung lebih mudah untuk memiliki anak kembar dibandingkan perempuan yang baru pertama kali hamil.Karena biasanya rahim sudah agak merenggang dan tubuh perempuan cenderung lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan tambahan dari anak kembar.
*      Makanan yang dikonsumsi.
Konsumsi kentang manis atau ubi-ubian yang berisi zat kimia tertentu dapat menginduksi hiperovulasi (ovulasi yang banyak). Selain itu sebuah studi menunjukkan perempuan yang teratur mengonsumsi susu bisa memberikan pengaruh terhadap kehamilan kembar.

H.       Letak dan presentasi janin.
Pada hamil kembar sering terjadi kesalahan presentasi dan posisi kedua janin. Begitu pula letak janin kedua dapat berubah setelah janin pertama lahir, misalnya dari letak lintang berubah jadi letak sungsang atau letak kepala. Berbagai kombinasi letak, presentasi dan posisi bisa terjadi yang paling sering dijumpai adalah :
1.      Kedua janin dalam letak membujur, presentasi kepala ; (44-47 %).
2.      Letak membujur, presentasi kepala bokong (37-38 %).
3.      Keduanya presentasi bokong (8-10 %).
4.      Letak lintang dan presentasi kepala (5-5,3 %).
5.      Letak lintang dan presentasi bokong (1,5-2 %).
6.      Keduanya letak lintang (0,2-0,6 %).
7.      Letak dan presentasi 69 adalah letak yang berbahaya karena dapat terjadi kunci-mengunci (interlocking).





I.          Komplikasi
IBU                                                  
BAYI
Anemia
Hidramnion
Hipertensi
Malpresentasi
Partus premeturus
Plasenta previa
Atonia uteri
Solusio plasenta
Perdarahan pasca persalinan
Ketuban pecah dini

Pertumbuhan janin terhambat


J.         Penatalaksanaan
Ø  Penanganan dalam Kehamilan

Pemeriksaan Antenatal lebih sering. Mulai kehamilan 24 minggu pemeriksaan dilakukan tiap 2 minggu, sesudah kehamilan 36 minggu tiap minggu, sehingga tanda-tanda preeklampsi dapat diketahui  secara dini dan penanganan dapat dikerjakan dengan segera.Setelah kehamilan 30 minggu, perjalanan jauh dan koitus sebaiknya dialarang karena dapat merupakan faktor predisposisi partus prematurus.Anemia hipokrom tidak jarang terjadi pada kehamilan kembar karena kebutuhan besi 2 bayi dan  penambahan volume darah ibu sangat meningkat. Pemberian sulfas ferosus 3×100 mg secara rutin perlu dilakukan. Selain zat besi dianjurkan untuk memeberikan asam folik sebagai tambahan.

Ø  Penatalaksanaan Persalinan
·         Posisi janin pertama harus ditentukan saat masuk kamar bersalin.
·         Bila janin pertama letak lintang atau letak sungsang maka persalinan diakhiri dengan SC
·         Bila janin pertama letak kepala, dapat dipertimbangkan persalinan pervaginam.
·         Bila janin pertama letak sungsang dan janin letak kepala, dikhawatirkan terjadi interlocking sehingga persalinan anak pertama mengalami “after coming head”
·         Setelah janin pertama lahir, biasanya kontraksi uterus menghilang atau berkurang sehingga tidak jarang bahwa kontraksi uterus perlu diperkuat dengan pemberian oksitosin infuse setelah dipastikan anak ke II dapat lahir pervaginam.
Mekanisme Interlocking pada persalinan kembar dapat menyebabkan beberapa komplikasi antara lain:
·         Hipertensi dalam kehamilan
·         Anemia
·         Polihidramnion
·         Persalinan preterm
·         Persalinan macet akibat interlocking atau collision bagian terendah janin
·         Mortalitas perinatal meningkat

K.       PROGNOSIS
·         Mortalitas maternal tidak jauh berbeda dengan kehamilan tunggal.
·         Riwayat persalinan dengan kembar dizygotic meningkatkan kemungkinan persalinan kembar berikutnya sebesar 10 kali lipat.
·         Morbiditas neonatus turun bila persalinan dilakukan pada kehamilan 37 – 38 minggu.


 
BAB III
KONSEP MANAJEMEN KEBIDANAN
PADA KASUS KEHAMILAN GAMELI

1.      PENGKAJIAN DATA
a.       Data Subjektif
1.      Biodata :
·         Nama pasien: untuk membedakan pasien satu dengan yang lainnya.
·         Umur : untuk menentukan apakah ibu itu beresiko atau tidak, biasanya kehamilan ganda ini terjadi pada usia 35 dan 39 tahun karena produksi hormon FSH menningkat.
·         Ras : keluarga yang memiliki ras afrika , amerika cendrung lebih banyak terjadinya kehamilan gameli dibandingkan dengan keluarga yang memiliki ras asia.
·         Pendidikan : untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang kehamilan gameli serta tanda dan gejalanya.
·         Pekerjaan : untuk menilai status gizi ibu dan keluarga.

2.      Keluhan
·         Kenaikan berat badan yang drastis : disebabkan karena terdapatnya 2 janin serta cairan amnionnya
·         Ibu sesak nafas disebabkan karena uterus ibu yang terlalu besar sehingga menekan  diafragma ibu.
·         Ibu merasakan banyaknya gerakan janin.

3.      Riwayat obstetri
a.       Kehamilan lalu : wanita hamil kedua cendrung mengalami kehamilan gameli karena uterusnya sudah meregang sehingga memungkinkan untuk terjadinya kehamilan gameli.

4.      Riwayat keluarga : menilai apakah keluarga sebelumnya pernah memiliki anak kembar karena itu cendrung diturunkan.
5.      Riwayat kontrasepsi : untuk mengetahui apakah ibu pernah menggunakan alat kontrasepsi serta menanyakan jarak antara penghentian pemakaian kontrasepsi dengan kehamilan,karena saat penghentian kontrasepsi kadar hormon gonadotropin lebih meningkat.

b.      Data Objektif
1.      Pemeriksaan umum: mengukur tekanan darah karena pada wanita yang mengalami kehamilan gamely cenderung mengalami hipertensi yang di akibatkan oleh hiperdistensi uterus, serta mengukur tinggi badan dan berat badan ibu karena wanita yang memiliki tinggi badan dan berat badan yang lebih cendrung beresiko.
2.      Pemeriksaan khusus
·         Inspeksi : memeriksa cojungtiva untuk memastikan apakah ibu mengalami anemia atau tidak karena pada wanita yang mengalami kehamilan gameli sangat beresiko terjadinya anemia yang disebabkan karena kekurangan vitamin dan Fe,pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan
·         Palpasi :
ü  Leopold I : TFU dalam cm, pada fundus  teraba 2 bagian yang lunak, tidak melenting dan kurang bundar kemungkinan bokong.
ü   Leopold II : Pada perut bagian kiri dan kanan teraba lebar dan memberikan rintangan yang besar berarti punggung.
ü   Leopold III : Bagian terendah janin teraba 2 balotemen, bulat, dan keras yang berarti kepala.
·         Auskultasi : saat pemeriksaan terdengar lebih dari 1 DJJ pada tempat yang berbeda dengan frekuensi 10 denyut permenit.
·         Perkusi : untuk mengetahui reflek patela ibu (+/-)



\
3.      Pemeriksaan penunjang
·         USG : terlihat 2 kerangka janin (dua kepala dan dua bokong),dua pungtum maksimum DJJ janin, dan dapat didiagnosis sejak minggu ke 6 sampai ke 7.
·         Rontgen : tampak 2 kerangka janin dan sebaiknya dilakukan pada bulan ke 7 agar rangka janin tampak jelas.

2.      INTERPRESTASI DATA
a.       Diagnosa : ibu hamil G_P_A_H usia kehamilan_ ,janin hidup atau tidak, kembar intra uterin  letkep/letsu/letlin, keadaan jalan lahir normal atau tidak, KU ibu dan janin baik atau tidak.
Dasar :
·         HPHT
·         Ibu mengatakan ini kehamilan nya yang ke_
·         Teraba lebih dari 2 bagian besar janin
·         Terdengar DJJ  pada dua tempat yang berbeda
·         TFU lebih tinggi dari usia kehamilan
·         Peningkatan berat badan drastis
·         Pemeriksaan USG
·         Riwayat keturunan sebelumnya
·         Usia ibu lebih dari 35 tahun
·         Multiparitas
·         Gejala klinis hamil muda sudah ada sejak usia kehamilan masih muda
·         Derajat gejala hamil muda lebih berat dari pada hamil tunggal

b.      Masalah yang mungkin timbul: tidak ada



3.      DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
a.       Diagnosa potensial :
1.      Anemia
Dasarnya:terjadi hemodilusi yang makin tinggi,sehingga menyebabkan anemiarelatif makin nyata serta kebutuhan janin ganda terhadap asam folat makin tinggi sehingga tinbul anemia megaloblastik
2.      Persalinan premature
Dasarnya :terjadi overdistensi,maka retraksi akibat keregangan otot uterus makin dini yang menyebabkan terjadinya  kontraki Braxton hiks lebih dini sehingga kontraksi uterus makin sering yang dapat mengakibatkan  janin keluar sebelum waktu nya

3.      Perdarahan antepartum
Dasarnya :perkembangan plasenta sangat memerlukan bahan nutrisi dan O2 lebih tinggi,sehingga mencari tempat implantasi yang lebih lebar sehingga tempat perlekatannya menjadi tipis dan luas sehingga cenderung terjadinya perdarahan akibat perlekatannya yang tipis

4.      Kematian janin intrauteri
Dasarnya : karena transfuse silang yang  menyebabkan kematian salah satu janin hal ini disebabkan karena salah satu janin mendapatkan nutrisi dan O2 yang lebih dominan sehingga bayi yang lainnnya mengalami kekurangan nutrisi dan O2 yang menyebabkan janin aspiksia yang berujung pada kematian ,biasanya lebih sering terjadi pada hamil ganda monozigot dengan satu plasenta

5.      Prolaps tali pusat
Dasarnya : disebabkan karena ketuban pecah dini yang di akibatkan  oleh overdistensi yang di ikuti oleh prolaps tali pusat yang menyebabkan kematian pada janin

6.      Pertumbuhan janin terhambat
Dasarnya : pertumbuhan dua janin dalam uterus sering kekurangan nutrisi dan O2 sehingga perkembangannya tidak optimal,misalnya pada kehamilan ganda monozigot dimana salah satu janin mendominasi pengambilan nutrisi dan O2 yang menyebabkan janin yang lainnya hanya mendapatkan sedikit bahkan tidak mendapatkan sama sekali yang akan menyebabkan kematian pada janin. walaupun janin tersebut dapat bertahan akan terjadi perbedaan pada berat badan janin.


7.      Hidramnion
Dasarnya :perut ibu terlihat lebih besar dan ibu terlihat keberatan karena cairan ketuban yang berlebih dari kehamilan normal,pada saat palpasi perut tegang dan fundus uteri lebih tinggi dari usia kehamilan,serta bagian-bagian jani sukar di tentukan,dan pada saat auskultasi DJJ sulit di dengar

8.      Retesio plasenta
Dasarnya : plasenta lebar,tipis,dan sangat melekat pada desidua sehingga dapat menimbulkan retensio plasenta yang dapat mengakibatkan perdarahan postpartum

9.      Sulosio plasenta
Dasarnya : perdarahan yang disertai nyeri hebat yang di rasakan oleh ibu,perdarahan dan rasa nyeri di akibatkan karena pelepasan plasenta sebelum waktunya yang akan menyebabkan kematian pada janin

10.  Malpresentasi

11.  Perdarahan postpartum
Dasarnya : overdistensi dan implantasi plasenta yang agak luas akan mengakibatkan atonia uteri dan menimbulkan perdarahan postpartum.implantasi plasenta yang luas dan dalam juga dapat menyebabkan retensio plasenta sehingga menimbulkan perdarahan postpartum

12.  Kelainan congenital
Dasarnya :terjadi karena rongga intrauteri yang terbatas ,aliran darah janin yang tidak teratur karena anatomosis pembuluh darah plasenta serta kelainan yang di sebabkan sejak awal  morfogenesis
4.      TINDAKAN SEGERA
1.      Perdarahan antepartum
·         Tentukan penyebab perdarahannya
·         Pantau keadaan ibu dan janin
·         Pasang infus.
·         Segera rujuk jika ditemukan perdarahan yang hebat serta membahayakan keselamatan ibu dan janin
2.      Kematian janin intrauterine
·         Kolaborasi dengan tim dokter yang lebih ahli dalam  melakukan tindakan sexsio cecarea untuk melahirkan janin.
3.      Prolaps tali pusat
·         Terapi definitive yaitu melahirkan janin dengan segera karena jika terlambat akan menyebabkan kematian pada janin
·         Posisikan ibu miring kiri agar aliran darah ibu tetap lancar dan suplai O2 ke janin tetap ada
·         Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan SC
4.      Rentensio plasenta
·         Pasang infus RL untuk mengganti cairan ibu
·         Lakukan manual plasenta
·         Lakukan pemantaun kala IV
5.      Sulosio plasenta
·         Tindakan gawat darurat  yaitu pemasangan infuse untuk mencegah terjadinya dehidrasi karena banyak kehilangan darah yang dapat menyebabkan syok hipovolemik
·         Persiapan untuk tranfusi jika ibu banyak kehilangan darah
·         Kolaborasi untuk tindakan SC karena bukan wewenang bidan lagi

6.      Perdarahan postpartum
·         Pemantau tanda-tanda vital untuk mencegah terjadinya tanda dan gejala syok
·         Pasang infuse RL untuk mencegah dehidrasi pada ibu akibat perdarahan yang di alami
·         Jika perdarahan tidak berhenti segera rujuk pasien ke fasilitas yang lebih memadai untuk menghidari terjadinya komplikasi yang lebih berat yang akan berujung pada kematian, disertai inform consent.

5.      IMPLEMENTASI
·         Kontrol keadaan umum ibu : untuk memantau kondisi fisik ibu selama kehamilan
·         Dukungan psikologis : memberi support pada ibu dalam menghadapi kehamilannya karena pada kehamilan gameli ibu akan merasa sedikit khawatir mengenai kondisi janin serta menghadapi proses persalinannya.
·         Kontrol DJJ : untuk mengetahui kesejahteraan janin
·         Pemeriksaan ANC secara teratur
·         Inform consent jika diperlukan
·         Kolaborasi dengan tim medis untuk tindakan lebih lanjut
·         Rencana asuhan persalinan di rumah sakit terutama ditemukan kelainan letak terutama interlocking (terlampir dalam makalah).
·         Jadwalkan kunjungan ulang

6.      INTERVENSI
·         Mengontrol TTV ibu untuk memastikan kondisi ibu dan janin dalam keadaan normal.
·         Memberikan dukungan psikologis bagi ibu
·         Mengontrol DJJ
·         Menganjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya ke petugas kesehatan secara teratur.
·         Memberikan inform consent jika keadaan ibu memerlukan tindakan yang lebih lanjut.
·         Melakukan kolaborasi dengan tim yang lebih ahli.
·         Menjadwalkan kunjungan ulang untuk ibu.

Ø  Penatalaksanaan Persalinan
·         Posisi janin pertama harus ditentukan saat masuk kamar bersalin.
·         Bila janin pertama letak lintang atau letak sungsang maka persalinan diakhiri dengan SC
·         Bila janin pertama letak kepala, dapat dipertimbangkan persalinan pervaginam.
·         Bila janin pertama letak sungsang dan janin letak kepala, dikhawatirkan terjadi interlocking sehingga persalinan anak pertama mengalami “after coming head”
·         Setelah janin pertama lahir, biasanya kontraksi uterus menghilang atau berkurang sehingga tidak jarang bahwa kontraksi uterus perlu diperkuat dengan pemberian oksitosin infuse setelah dipastikan anak ke II dapat lahir pervaginam.










BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Kehamilan ganda atau hamil kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan ganda dapat menghasilkan anak kembar dua kembar tiga (triplet kembar empat (quadruplet), kembar lima (quintriplet), dan kembar enam (sextuplet)

Kehamilan kembar dibagi 2:
1.    Kehamilan ganda dari 2 ovum ( dizigotik )
Pada kehamilan dizigotik dapat terjadi :
c.       Jenis kelaminnya kebetulan sama.
d.      Umumnya berbeda seperti pertumbuhan janin biasa yang berasal dari ovum-spermatozoa yang berbeda.
Berkaitan dengan waktu terjadinya pembuahan terhadap ovum:
*      Kembar Dizigot : terjadi konsepsi terhadap ovum pada hubungan seksual dengan waktu yang sama terhadap 2 ovum.
*      Superfekundasi : konsepsi terjadi terhadap ovum dengan waktu koitus yang relatif berdekatan.
*      Superfetasi :  kehamilan kedua terjadi pada waktu yang relatif jauh setelah kehamilan pertama. Syaratnya decidua kapsularis dan decidua parietalis belum bersatu sehingga memungkinkan spermatozoa dapat mencapai tuba dan berhasil terjadi konsepsi serta diikuti dengan implantasinya.

2.    Kehamila kembar monozigotik

Kehamila kembar yang terjadi dari satu telur disebut kehamilan monozigotik atau disebut juga identik, homolog atau uni ovuler. Kira-kira 1/3 kehamilan kembar adalah monozigotik, mempunyai 2 amnion, 2 korion dan 2 plasenta; kadang-kadang 2 plasenta menjadi 1. keadaan ini tidak dapat dibedakan dengan kembar dizigotik. 2/3 mempunyai 1 plasenta, 1 korion dan atau 2 amnion. Pada kehamilan kembar monoamniotik kematian bayi masih sangat tinggi.

B.       Saran
·         Bagi Mahasiswa
Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
·         Bagi Petugas – petugas Kesehatan\
Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat memaksimalkan kita untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya pada kasus kehamilan ganda.






DAFTAR PUSTAKA

  1. Manuaba ,I.B.G. dkk.2007.Pengantar Kuliah Obstetri.Jakarta : EGC
  2. Fadlun,S.ST.dr Ahmad feryanto.2011.Asuhan Kebidanan Patologis.Jakarta : Salemba Medika
  3. Mochtar R, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I Edisi ke-2, EGC : Jakarta
  4. http://female.kompas.com/read/2011/02/23/14594382/Kehamilan.Kembar.Butuh.Perhatian.Ekstra
  5. http://j3ffunk.blogspot.com/2011/06/multifetus-kehamilan-ganda.html
  6. http://uraeka.com/616/tanda-tanda-hamil-bayi-kembar
  7. http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/09/kehamilan-kembar.html



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar