Jumat, 29 Juni 2012

Anemia Dalam Kehamilan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR         ..............................................................................      i
DAFTAR ISI                         ..............................................................................      ii

BAB I             PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ………………………………………………..      1
1.2  Batasan Masalah ………………………………………………      1
1.3  Tujuan …………………………………………………………      1
           
BAB II TINJAUAN TEORITIS    
2.1 Pengertian ................................................................................      3
2.2 Klasifikasi anemia ...................................................................      3
2.3 Etiologi ....................................................................................      4
2.4 Tanda dan gejala .....................................................................      5
2.5 Patosifiologi ............................................................................      5
2.6 Diagnosis kehamilan ..............................................................       5
2.7 Pengaruh anemia dalam kehamilan ........................................       6
2.8 Penanganan ............................................................................        8

BAB III  TINJAUAN KASUS
3.1    Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan
Anemia ..................................................................................       10
                                   
BAB IV PEMBAHASAN ...........................................................................        24
BAB V   PENUTUP
A. Kesimpulan ...........................................................................         27
B. Saran .....................................................................................         28

DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada kehamilan disebut “potensial danger to mother and child” (potensial membahayakan ibu dan anak). Karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan.
Menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hb kurang dari 11 gr% sebagai dasarnya. Pada pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa kebanyakan anemia yang diderita masyarakat adalah kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, pemecahan sel darah merah lebih cepat dari pembentukannya, dan gangguan pembentukan sel darah. Menurut catatan dan perhitungan Dep.Kes di Indonesia sekitar 67 % bumil mengalami anemia dalam berbagai jenjang.
Tingginya kejadian anemia pada ibu hamil dapat mencerminkan ketidakmampuan social ekonomi keluarga atau seluruh komponen bangsa karena nilai gizi tidak memenuhi syarat kessehatan.

1.2  Batasan masalah
Pada makalah ini penulis membatasi dari membahas pengertian anemia pada tinjauan teori sampai pembahasan dari kasus anemia

1.3    Tujuan
1.      Tujuan Umum
Untuk mengetahui apa itu anemia dalam kehamilan dan sebagai pemenuhan tugas dari PKK 1


2.      Tujuan khusus
·         Untuk mengetahui pengertian anemia dalam kehamilan
·         Untuk mengatahui etiologi dari anemia
·         Untuk mengetahui patofisiologi anemia dalam kehamilan
·         Untuk mengetahui klasifikasi dari anemia
·          Untuk mengetahui bagaimana penanganan anemia serta pencegahannya




















BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1         Pengertian
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr%. Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar  <10,5 gr% pada trimester II. (Varney H, 2006)
Anemia pada wanita hamil jika kadar hemoglobin atau darah merahnya kurang dari 10,00 gr%. Penyakit ini disebut anemia berat. Jika hemoglobin < 6,00 gr% disebut anemia gravis. Jumlah hemoglobin wanita hamil adalah 12,00-15,00 gr% dan hematokrit adalah 35,00-45,00% (Mellyna, 2005).
Anemia dalam kandungan ialah kondisi ibu dengan kadar Hb < 11,00 gr%. Pada trimester I dan III atau kadar Hb < 10,50 gr% pada trimester II. Karena ada perbedaan dengan kondisi wanita tidak hamil karena hemodilusi terutama terjadi pada trimester II (Sarwono P, 2002).

2.2         Klasifikasi Anemia
Klasifikasi anemia menurut anemia dalam kehamilan (Setiawan Y, 2006) dapat dibagi menjadi :
·         Anemia Zat Besi (kejadian 62,30%)
Anemia dalam kehamilan yang paling sering ialah anemia akibat kekurangan zat besi. Kekurangan ini disebabkan karena kurang masuknya unsur zat besi dalam makanan, gangguan reabsorbsi, dan penggunaan terlalu banyaknya zat besi.
·         Anemia Megaloblastik (kejadian 29,00%)
Anemia megaloblastik dalam kehamilan disebabkan karena defisiensi asam folat.
·         Anemia Hipoplastik (kejadian 80,00%)
Anemia pada wanita hamil yang disebabkan karena sumsum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah merah. Dimana etiologinya belum diketahui dengan pasti kecuali sepsis, sinar rontgen, racun dan obat-obatan.
·         Anemia Hemolitik (kejadian 0,70%)
Anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat, yaitu penyakit malaria.
·         Anemia Lain

Klasifikasi Derajat Anemia Menurut WHO (Handayani W, dan Haribowo A S, 2008) :
1. Ringan sekali Hb 10,00 gr% -13,00 gr%
2. Ringan Hb 8,00 gr% -9,90 gr%
3. Sedang Hb 6,00 gr% -7,90 gr%
4. Berat Hb < 6,00 gr%
2.4.5 Klasifikasi Anemia

Pembagian anemia berdasarkan pemeriksaan (Manuaba 2007), adalah :
1. Tidak anemia : Hb 11,00 gr%
2. Anemia ringan : Hb 9,00-10,00 gr%
3. Anemia sedang : Hb 7,00-8,00 gr%
4. Anemia berat : Hb < 7,00 gr%

2.3         Etiologi
Penyebab terjadinya anemia (Mochtar, 1998) adalah :
·         Kurang gizi (malnutrisi)
·         Kurang zat besi dalam diet/ Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil
·         Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan
·         Malabsorbsi
·         Kehilangan darah banyak ( persalinan yang lalu, haid )
·         Penyakit kronis
·         Penghancuran sel darah merah
·         Penyakit darah yang bersifat genetik : hemofilia. Thalasemia
·         Parasit dan penyakit lain yang merusak darah : malaria
2.4         Tanda Dan Gejala
·         Pucat
·         Cepat lelah, letih, lemah lesu, lunglai
·         Sering pusing
·         Kurang nafsu makan
·         Mata berkunang-kunang
·         Pada hamil muda keluhan mual-muntah lebih hebat
·         Sulit konsentrasi
·         Muka-bibir-kelopak mata tampak pucat, telapak tangan tidak merah
·         Nafas terasa pendek

2.5         Patofisiologi
Pada umumnya cadangan zat besi pada wanita itu kurang, disebabkan karena kehilangan darah setiap bulan pada waktu haid. Pada wanita yang hamil cadangan ini akan berkurang lagi karena kebutuhan janin akan zat besi sangat besar, juga bertambahnya volume darah dapat menurunkan Hb maka terjadi anemia. Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atau Hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. Perbandingan tersebut adalah sebagai berikut: plasma 30%, sel darah 18% dan haemoglobin 19%. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu (Wiknjosastro, 2002). Secara fisiologis, pengenceran darah ini untuk membantu meringankan kerja jantung yang semakin berat dengan adanya kehamilan.

2.6         Diagnosis Anemia
Untuk menegakkan diagnosis anemia dalam kehamilan dapat dilakukan dengan:
1.3  Anamnesa. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan-keluhan seperti tersebut diatas
1.4  Pemeriksaan Hb
Pemeriksaan Hb dapat dilakukan dengan alat Hb sahli. Dari hasil pemeriksaan Hb dengan alat sahli, kondisi Hb dapat digolongkan sebagai berikut :
1.      Hb 11 gr %            tidak anemia
2.      Hb 9 - 10 gr %      anemia ringan
3.      Hb 7 – 8 gr %        anemia sedang
4.      Hb < 7 gr %          anemia berat
Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan, yaitu pada trimester I dan trimester III. Dengan pertimbangan bahwa setiap ibu hamil mengalami anemia, maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas.

2.7 Pengaruh Anemia Pada Kehamilan Dan Janin
a. Bahaya selama kehamilan
·         Dapat terjadi karena abortus
·         Persalinan prematur
·         Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
·         Mudah terjadi infeksi
·         Ancaman decompensasi cordis (Hb < 6gr%)
·         Mola hidatidosa
·         Hiperemesis gravidarum
·         Perdarahan antepartum
·         Ketuban pecah dini
b. Bahaya saat persalinan
·         Gangguan his mempengaruhi kekuatan mengejan
·         Kala I berlangsung lama dan terjadi partus terlantar
·         Kala II berlangsung lama
·         Kala III dan IV dapat terjadi perdarahan post partum
(Mansjoer dkk, 2008).

c. Bahaya pada saat nifas
·         Terjadi sub involusi uteri menimbulkan perdarahan PP
·         Memudahkan infeksi puerperium
·         Pengeluaran ASI berkurang
·         Terjadi decompensasi cordis mendadak PP
·         Anemia kala nifas
·         Mudah terjadi infeksi mamae
d. Bahaya terhadap janin
·         Abortus
·         Terjadi kematian intrauteri
·         Persalinan prematur tinggi
·         Berat badan lahir rendah
·         Kelahiran dengan anemia
·         Dapat terjadi cacat bawaan
·         Bayi mudah terkena infeks
·         Intelegensia rendah

2.8 Penanganan
Terapi obat
Terapi anemia defisiensi besi ialah dengan preparat besi oral atau parenteral. Terapi peroral ialah dengan preparat besi contohnya fero sulfat, fero glukonat atau Na fero bisitrat. Pemberian frefarat 60 mg/hari dapat menaikkan Hb sebanyak 1 gr/bulan. Efek samping terakhir gastro intestinal relatif kecil pada pemberian fero bisitrat. Kini program nasional menganjurkan kombinasi untuk profilaksis anemia.

Indikasi Fe (tablet tambah darah untuk ibu hamil) :
Untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan membantu mengurangi anemia megaloblastik pada waktu hamil dan menyusui.
Efek samping :
Ganguan gastrointestinal seperti ; mual, muntah, kembung, konstipasi, atau diare.
Terapi makanan
Untuk memenuhi asupan zat besi, tingkatkan konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya makanan hewani, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau.

Gizi yang harus dipenuhi ibu hamil setiap hari nya :
Ÿ   Karbohidrat 400 gram atau nasi 4 porsi
Ÿ   Protein ; tempe 100 gram atau 4 potong (bisa diganti dengan tahu)
Ÿ   Lemak ; daging 75 gram atau 3 potong
Ÿ   Vitamin ; sayuran hijau 300 gram atau 3 mangkuk
Ÿ   Buah-buahan ; 200 gram atau 3 potong
Mineral dan air ( 2-3 liter / hari ,Susu 2 gelas / hari )

Konsep manajemen asuhan kebidan
Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode utuk mengorganisasi pikiran serta tindakan berdasarkan teori ilmiah. Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian tahapan untuk mengambil keputusan yang berfokus pada klien.
Manajemen asuhan pada kebidanan antenatal terdiri dari 7 langkah yang berurutan di mulai dengan pengumpulan data hingga evualisasi.
1.      Langkah 1 (Pengumpulan data)
Langkah ini merupakan pengumpulan semua data yang dibutuhkan untuk menilai keadaan pasien secara keseluruhan
Data subjektif meliputi :
a.       Biodata, data demografi, Riwayat kesehatan, Riwayat menstruasi, Riwayat menstruasi, Riwayat obstetrican, ginekologi, nifas ibu laktasi, bio psikospiritual
b.      Keluhan ibu ( Data subjektif )
Data objektif terdiri :
·         Pemeriksaan fisik ( sesuai kebutuhan ) dan tanda-tanda vital pada pemeriksaan fisik, penderita (ibu) tetap menuntun dari sebelum hamil
·         Pemeriksaan khusus meliputi ( inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi ) pada pemeriksaan penunjangan khusus terasa gerak janin berkurang dan air ketuban terasa kurang.
·         Pemeriksaan penunjang
2.      Langkah 2 (Interpretasi Data)
Pada langkah ini lakukan identifikasi yang bemar terhadap diagnose atau masalah kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang benar atau data. Data yang di kumpulkan yaitu diagnosa, masalah, kebutuhan
3.      Langkah 3 ( mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial)
Pada langkah ini identifikasi masalah, diagnosa potensial berdasarkan rangakaian masalah atau diagnose yang sudah di identifikasi. Dan ini merupakan langkah penting dalam melakukan asuhan yang aman.
4.      Langkah 4 ( menetapkan yang memerlukan penanganan segera )
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter bersama dengan anggota tim kesehatan lain sesuai dengan kondidi klien.
·         Kolaborasi dengan dokter
·         Terminasi kehamilan
5.      Langkah 5 ( merencanakan asuhan yang menyeluruh )
Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnose atau masalah yang telah di identifikasi atau diantipasi
6.      Langkah 6 ( melaksanakan perencanaan )
Langkah ini merupakan rencana asuhan menyeluruh yang telah di uraikan pada langkah 5, dapat dilaksanakn secara efisien dan aman
7.       Langkah 7 ( evaluasi )
Langkah ini sebagai pengecekan apakah rencana asuhan tersebut efektif, jika memang benar efektif dalam penggunaannya






BAB III
TINJAUAN KASUS

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny.”I”  G1P0A0H0
 USIA  KEHAMILAN 28 MINGGU DENGAN ANEMIA RINGAN
DI PUSKESMAS BELIMBING
TANGGAL 13 JUNI 2011


I. PENGUMPULAN DATA

A.    IDENTITAS /  BIODATA
Nama istri           : Ny. I                         Nama suami    : Tn. S
Umur                   : 26 tahun                    Umur               : 29 tahun
Bangsa                : Indonesia                  Bangsa            : Indonesia
Suku                    : Minang                      Suku                : Minang
Agama                : Islam                         Agama             : Islam
Pendidikan          : SMA                         Pendidikan      : SMA
Pekerjaan            : IRT                            Pekerjaan         : Buruh
Alamat rumah     : Rimbo Tarok             Alamat rumah : Rimbo Tarok                                    

Keluarga terdekat yang nudah dihubungi          : Ny. R
Alamat rumah                                                     : Rimbo Tarok
Telepon Rumah                                                   : 081363845757
             

B.     DATA SUBJEKTIF

Pasien masuk pada tanggal/ jam   : 13 Juni 2011 / pukul 10.00 WIB.
Di data tanggal/ jam                     : 13 Juni 2011 / pukul 10.15 WIB
1.      Alasan masuk                        : Kunjungan rutin
2.      Keluhan utama                      :          cepat lelah
3.      Riwayat Menstruasi
a.       Haid pertama     : Umur 13 tahun
b.      Siklusnya            : ± 28 hari
c.       Lamanya                        : 4 - 5 hari
d.      Banyaknya         : 2 – 3 x ganti duk /hari
e.       Dismenorhoe      : Tidak ada

4.      Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu :
No
Tgl.
Lahir
Usia
Khmln
Jenis Persln
Tempat
Persln
Peno
Long
Komplikasi
Bayi
Nifas
Ibu
Bayi
PB/BB/JK
Kea
daan
Lochea
Laktasi
1
Ini

























5.      Kontrasepsi yang pernah digunakan & lamanya menggunakan
Jenis                          : Tidak ada
lamanya                     : Tidak ada
keluhan                     : Tidak ada
6.     Riwayat kehamilan kini
a.       HPHT     : 27 – 11 -10
b.       TP          : 4 – 8 - 11      
c.       Keluhan pada :                          
o   Trimester I                : Pusing, cepat lelah serta tidak nafsu makan
o   Trimester II              : Cepat lelah, mengantuk
o   Trimester III             : cepat lelah
d.      Pergerakan janin pertama kali dirasakan ibu : 3 bulan yang lalu
e.       Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir dirasakan oleh ibu  : ± 20 x/ hari
f.       Keluhan –keluhan yang dirasakan ibu
·         Rasa 5 L (lesu, lemah, letih, lelah, lunglai)  : Ada 
·         Mual dan muntah terus menerus                  :Tidak ada
·         Nyeri perut                                                   :Tidak ada
·         Sakit kepala berat                                       : Tidak ada
·         Penglihatan kabur                                       : Tidak ada
·         Rasa nyeri/ panas waktu BAK                    : Tidak ada
·         Gatal pada vulva                                         : Tidak ada
·         Pengeluaran pervaginam                             : Tidak ada
·         Nyeri dan  kemerahan pada tungkai            : Tidak ada
·         Bengkak pada wajah, tangan, & kaki          : Tidak ada


7.      Obat-obatan/jenis suplemen yg dikonsumsi
Jenis : Fe 1x1 tab, calak 1x1 tab, Vit C 1x1 tab
8.      Imunisasi
a.       TT 1  : 13 juni 2011
b.      TT II       :  -
9.     Riwayat kesehatan ibu
1)         Riwayat penyakit yang pernah diderita
·         Jantung                                                         : Tidak ada
·         Hipertensi                                                     : Tidak ada
·         Ginjal                                                           : Tidak ada
·         DM                                                               : Tidak ada
·         Asma                                                            : Tidak ada
·         TBC                                                             : Tidak ada
·         Epilepsi                                                        : Tidak ada
·         PMS                                                             : Tidak ada
2)         Riwayat alergi
·         Jenis makanan                                              : Tidak ada
·         Jenis obat-obatan                                         : Tidak ada
3)   Riwayat transfusi darah                                      : Tidak ada
4)   Riwayat operasi yang pernah dialami                 : Tidak ada
5)   Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa           : Tidak ada

10. Riwayat kesehatan keluarga
3)      Riwayat penyakit yang pernah diderita
·         Jantung                                                         : Tidak ada
·         Hipertensi                                                     : Tidak ada
·         Ginjal                                                            : Tidak ada
·         DM                                                               : Tidak ada
·         Asma                                                            : Tidak ada
·         TBC                                                             : Tidak ada
·         Epilepsi                                                        : Tidak ada
4)      Riwayat kehamilan keluarga :
·         Gameli/ lebih dari satu                                 : Tidak ada
·         Kelainan psikologis                                      : Tidak ada
11.  Riwayat psikososial
·         Kehamilan ini                                                     : Direncanakan
·         Respon ibu terhadap kehamilan ini                    : Ibu senang
·         Respon suami dan keluarga                               : Senang
·         Hubungan dengan suami dan keluarga              : Harmonis
·         Hubungan dengan tetangga dan masyarakat     : Baik
·         Kekhawatiran-kekhawatiran khusus                 :  khawatir
                                                                                  menghadapi persalinan

12.  Riwayat perkawinan
·         Kawin I umur                                                     : 25 tahun
·         Setelah kawin brp lama baru hamil                    : ± 2 bulan
.13. Keadaan ekonomi
·         Penghasilan per bulan                                              : Rp 1.700.000
·         Jumlah anggota keluarga yang ditanggung              : 2 orang
·         Penghasilan per kapita                                             : Rp 850.000
14. kebiasaan hidup sehari-hari
a.       Personal hygiene
Mandi                                       : 2 x/ hari
Sikat gigi                                  : 2 x/ hari
Keramas                                    : 3 x/ minggu
Ganti pakaian dalam                 : 2 x/ hari

b.      Pola makan dan minum
Sebelum hamil
Pagi                   : 1 piring lontong + 1 gelas air teh                  
Siang                 : 1 piring nasi porsi sedang + 1 potong ikan + air putih
Malam              : 1 piring nasi porsi sedang + 1 potong ikan + air putih




Saat hamil sekarang
Pagi                   : 1 piring lontong + air putih (tidak selalu)  
Siang                 : 1 piring nasi ukuran kecil + 1 potong ikan + air putih + buah
Malam                           : 1 piring nasi ukuran kecil + 1 potong ikan + 1 gelas susu (tidak selalu)
c.       Pola eliminasi
BAK
·         Frekwensi               : ± 5 x/hari
·         Warna                     : Kuning jernih
·         Keluhan                  : Tidak ada
BAB
·         Frekwensi               : ± 1 x / hari
·         Warna                     : Coklat kehitaman
·         Konsistensi             : Padat
·         Keluhan                  : Tidak ada
d.  Pola istirahat dan tidur
·   Lama istirahat/tidur pada siang hari    : ± 1  jam
·   Lama istirahat/tidur pada malam hari : ± 6  jam
e. Aktivitas sehari-hari
Beban kerja                    : ringan
Olahraga                         : ada, jalan kaki di pagi hari
Kegiatan spiritual           : ada, sholat 5 waktu
f. Hubungan seksual           : tidak terganggu
g. kebiasaan yg merugikan kesehatan         : Tidak ada
15. persiapan untuk kegawatdaruratan
a.       Pengambilan keputusan yg berhub dengan kes ibu       : Suami
b.      Tempat persalinan yang diinginkan                               : BPS
c.       Petugas kesehatan yang diinginkan oleh ibu untuk       : Bidan
menolong persalinan
d.      Persiapan donor darah                                                   : Ada
e.       Persiapan biaya persalinan                                             : Ada
f.       Persiapan transportasi                                                    : Ada



                                           

C.    DATA OBJEKTIF 

1.      Pemeriksaan umum
a.       Kesadaran                                  : Compos Mentis
b.      BB sebelum hamil                      : 49 kg
c.       BB sekarang                               : 56 kg
d.      TB                                              : 152 cm
e.       LILA                                          : 25 cm
2.      Tanda- tanda Vital
a.       TD                                              : 110/70 mmHg
b.      Nadi                                           : 74 x /menit
c.       Suhu                                           : 36,7 0 C
d.      Pernafasan                                  : 20 x /menit

3.      Pemeriksaan khusus
a.       Kepala
Inspeksi
·   Rambut                 : Bersih, hitam dan tidak rontok, tidak berketombe
·   Mata                      : Conjungtiva pucat dan sklera tidak ikterik,
·   Muka                     : tidak ada Cloasma gravidarum, tidak ada     
                                   oedema.
·   Mulut                    : Bersih, tidak berbau, lidah tidak kotor, bibir
                                   pucat
·   Gigi                       : Bersih, tidak terdapat caries
.
b. Leher
Inspeksi                       : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid       
Palpasi                        : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan tidak  ada pembengkakan kelenjar limfe
c. Dada
Inspeksi  
·         Mammae                                            : simetris ki-ka, papila mamme
                                                             menonjol
·         Areola                                                : hiperpigmentasi
·         Kelenjer Montgomery                       : Ada, menonjol

Palpasi
·         Benjolan                                            : Tidak ada
·         kolostrum                                           : Ada

d.  Abdomen
Inspeksi
Bekas jahitan operasi                               : Tidak ada
Pembesaran perut                                    : TFU Sesuaidengan usia
                                                                   kehamilan
Striae                                                       : Ada
Palpasi
Leopold I                   : TFU 3 jari di atas pusat. Pada fundus teraba lunak,
                                     agak bulat, tidak melenting kemungkinan bokong
                                     janin
Leopold II                : Pada dinding perut ibu sebelah kiri teraba                              
                                      keras, panjang dan memapan, kemungkinan adalah  
                                      punggung janin. Pada dinding perut ibu sebelah  
                                      kanan teraba tonjolan-tonjolan kecil  kemungkinan 
                                     adalah  ekstremitas janin
Leopold III              : Pada bagian bawah perut ibu teraba bulat, keras kemungkinan adalah kepala janin, kepala janin masih bisa digoyangkan
Leopold IV              : Tidak dilakukan, kepala belum masuk PAP

·      Mc. Donald                 : 25 cm
·      TBBJ                           : (25-13) x 155 = 1860 gram

Auskultasi
·         DJJ                             : (+)
·         Frekwensi                  : 130 x /menit
·         Irama                         : Teratur
·         Intensitas                   : Kuat
·         Punctum maximum    : kuadran kiri bawah perut ibu

e. Ekstremitas                      
a.       Atas                                
·         Odema                             : Tidak ada
·         Sianosis                            : Tidak ada
·         Pergerakan                       : Normal
b.      Bawah
·         Odema                             : Tidak ada
·         Varices                             : Tidak ada
·         Pergerakan                       : Normal

f. Genitalia
1.      Kemerahan                     : Tidak ada
2.      Pembengkakan               : Tidak ada
3.      Varices                           : Tidak ada
4.      Odema                           : Tidak ada

9). Pemeriksaan panggul luar
·         Distansia spinarum         : 23
·         Distansia cristarum         : 27
·         Conjugate eksterna        : 19
·         Lingkaran panggul         : 80
10). Pemeriksaan labor 
1.     Hb                                  : 9,8 gr %
2.     Urine
1)      Protein Urine            : ( - )   
2)      Glukosa Urine          : ( - )

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. I. G1 P0AH0 USIA KEHAMILAN 28 MINGGU
DENGAN ANEMIA RINGAN DI PUSKESMAS BELIMBING
TANGGAL 13 JUNI 2011

Data
Interpretasi Data
Masalah Potensial
Tindakan Segera
Intervensi
Implementasi
Evaluasi
Tanggal 13-06-2011
Pukul : 10.15 WIB
Ds :
Ibu mengatakan :
-       Tidak haid lagi sejak 7 bulan yang lalu
-     ini adalah kehamilan yang pertama  
-     Ibu merasakan sering lelah dan mengantuk
-     HPHT tanggal 27 november 2010

Do :
-     TP : 4 – 8 – 2011

Pemeriksaan umum :
- Kesadaran : compos mentis
-     BB sebelum hamil: 49 kg
-     BB sekarang : 56 kg
-     TB : 152 cm
-     Lila : 25 cm
-     Vital Sign
TD = 110/70 mmHg
N   = 74 x/menit
S   = 36.7O C
P   = 20x/menit

Pemeriksaan khusus
- Inspeksi
Kepala, mata, muka, leher, dada, abdomen, ekstremitas atas dan bawah, genetalia dalam batas normal
-     Palpasi
·    LI = TFU 3 jari di atas pusat, pada fundus teraba lunak, agak bundar,  tidak melenting kemungkinan bokong janin
·    LII = pada dinding perut ibu sebelah kiri teraba keras, memanjang, memapan, kemungkinan punggung janin dan sebelah kanan teraba tonjolan-tonjolan  kecil kemungkinan extremitas janin.
·    LIII = pada bagian bawah perut ibu teraba keras, bulat, kemungkinan kepala janin, kepala janin masih bisa digoyangkan, LIV = tidak dilakukan, kepala belum masuk PAP
-     TFU = 27 cm
-     TBBJ = (27-13) x 155 = 2170 gram
-     Auskultasi
DJJ = ( + )
Frekuensi = 130x/i
Irama = teratur
Intensitas = kuat
Pungtum maximum = kuadran kiri bawah perut ibu

-     Perkusi
reflek patela kanan dan kiri : (+)
-     Pemeriksaan panggul luar
·    Distansia spinarum = 23
·    Distansia cristarum =27
·    Conjungtiva externa = 19

·    Lingkar panggul = 80

-Pemeriksaan labor :
-     Hb = 9,8 gr %
-     Protein urine : (-)
-     Glukosa urine : (-)
Diagnosa :
Ibu hamil G1P0AoH0 usia kehamilan 28 minggu, janin hidup, tunggal, intrauterin, letkep, puki, keadaan jalan lahir normal, KU janin baik, KU ibu kurang baik, ibu dengan anemia ringan

Dasar :
-    Ibu mengatakan :
Tidak haid lagi sejak 7 bulan yang lalu
-Ini kehamilan yang pertama
-    HPHT  tanggal 27 november 2010
-    DJJ = (+),frekuensi 130x/I,teratur,kuat
-    Saat palpasi
teraba 2 bagian terbesar,DJJ terdengar  disatu tempat
-    Ibu tidak merasa nyeri saat dilakukan palpasi
-    LI = bokong janin
LII = PU-KI
L III = kepala janin,masih bisa digoyangkan
-    Keadaan jalan lahir normal:berdasarkan pengukuran panggul
-    TTV dalam batas normal,pergerakan janin aktif
-    Hb = 9,8 gr %

Masalah :
-   Ibu dengan anemia ringan

Kebutuhan :
-informasi hasil pemeriksaan
-Jelaskan penyebab lelah,mengantuk dan cara mengatasinya
-Mengulang kembali tanda-tanda bahaya dalam kehamilan TM III
-Pemberian tablet Fe dan ruboransia
-Kunjungan ulang
-anemia sedang
Belum diperlukan
1.  Beritahu ibu hasil pemeriksaan





2.  Jelaskan pada ibu penyebab lelah,mengantuk dan cara mengatasinya































3.  Beritahu ibu tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan pada TM III
















4.  Pemberian tablet Fe dan Ruboransia
















5.  Jadwalkan dan sepakati dengan  ibu untuk kunjungan ulang
1.  Menjelaskan hasil pemerikasaan kepada ibu,KU ibu dan janin baik,TTV dalam batas normal,DJJ (+),usia kehamilan 28 minggu.
Hb = 9,8 gr%

2.  Menjelaskan pada ibu bahwa penyebab lelah dan mengantuk yang dirasakannya karena merupakan tanda dan gejala anemia ringan dengan kadar Hb 9,8 gr% yang dialami ibu. –Menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang tinggi protein (seperti daging,ikan,kacang-kacangan,telur), buah dan sayur yang bewarna hijau
Contoh menu :
- pagi : 1 piring nasi ukuran sedang + 1 potong ikan + 1 mangkok sayur + 1 gelas susu

- siang : 1 piring nasi ukuran sedang + 1 potong ikan + 1 potong tempe +1 mangkok sayur + air putih + buah


- malam : 1 piring nasi ukuran sedang + 1 potong ikan + 1 mangkok sayur + 1 gelas susu




3.   Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya dalam kehamilan TM III yaitu,
-      Pendarahan dari kemaluan  
-      Penglihatan kabur
-      Oedema pada muka dan kaki
-      Muntah yang terus menerus
-      Nyeri perut bagian bawah
-      Gerakan janin yang berkurang / tidak dirasakan lagi
Dan menganjurkan ibu untuk segera datang ke tenaga kesehatan jika menemukan tanda-tanda di atas

4.  Memberi ibu tablet Fe 1x sehari diminum pada malam hari dengan air putih atau air jeruk dan jangan meminumnya dengan air teh, kopi, susu, karena bisa menghambat penyerapan  obat tersebut.
 efek sampingnya BAB menjadi agak hitam dan ibu akan merasa akan mual.
Memberi ibu Ruboransia,lactase 2x1,BC 2x1,vit C 2x1.


5.  Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 2 minggu lagi yaitu tanggal 27 juni 2011
1.   Ibu sudah mengetatahui hasil pemeriksaan





2.   ibu sudah mengetahui penbab lelah,mengantuk dan cara mengatasinya





















3.   Ibu mampu mengulang 5 dari 6 tanda-tanda bahaya tersebut dan berjanji akan segera datang ketenaga kesehatan jika menemukan tanda bahaya tersebut.










4.   Ibu sudah mau mengonsumsi tablet Fe dan ruboransia,ibu sudah tau cara mengosumsinya













5.   Ibu bersedia untuk kunjungan ulang pada tanggal yang sudah ditentukan.

BAB IV
PEMBAHASAN

Penulis akan membuat pembahasn setelah melakukan asuhan kebidan pada Ny. I pada usia kehamilan 28 minggu dengan anemia ringan, dengan tahap-tahap manajemen kebidanan yang terdiri dari pengkajian, interpretasi data, antisipasi diagnosa dan masalah, identifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan segera, rencana asuhan dan pelaksanaan tindakan serta evaluasi. Penulis menemukan banyak kesamaan antara bahasan dan teori dengan kenyataan yang ditemukan dilapangan, namun kesenjangan tetap ada.
Dalam bab ini akan dijabarkan beberapa persamaan antara teori dengan kenyataan yang ada di lapangan dan juga menguraikan kesenjangan yang ditemui serta mencari jalan keluarnya, sesuai dengan langkah-langkah dalam manajemen kebidanan

a.      Pengkajian
Dalam melakukan pengkajian penulis tidak menemukan kesulitan yang berarti, baik dalam pengumpulan data subjektif, maupun objektif, dimana didukung oleh peralatan dan pelayanan yang memadai, klien yang kooperatif, pencatatan yang baik dan pembimbing klinik yang bersedia memberikan masukan
Dibawah ini penulis uraikan data yang diperoleh dengan teori yang ada, antara lain :
·         Riwayat penyakit ibu sekarang
Riwayat kehamilan ibu ada masalah yaitu kehamilan dengan anemia ringan
·         Riwayat sosial ekonomi
Ny . I memiliki sosial ekonomi yang baik dan tidak mempunyai kebiasaan yang merugikan kesehatan
·         Riwayat penyakit keluarga
Riwayat keluarga tidak ada yang menderita penyakit hipertensi, DM, asma,TBC, jantung
·         Pemeriksaan umum dan khusus
Dari hasil pemeriksaan pada kasus ini ditemukan masalah yang berpotensi menjadikan kehamilan ibu tidak normal yaitu anemia

·         Pemeriksaan penunjang
Dilakukan pemeriksaan hemoglobi didapatkan Hb ibu 9,8 gr % yaitu ibu dalam keadaan anemia ringan.

b.      Interpretasi data
·         Diagnosa
Ibu hamil G1P0AoH0 usia kehamilan 28 minggu, janin hidup, tunggal, intrauterin, letkep, puki, keadaan jalan lahir normal, KU ibu dan janin baik, ibu dengan anemia ringan

·         Masalah
Ibu dengan anemia ringan

·         Kebutuhan
·         informasi hasil pemeriksaan
·         Jelaskan penyebab lelah,mengantuk dan cara mengatasinya
·         Mengulang kembali tanda-tanda bahaya dalam kehamilan TM III
·         Pemberian tablet FE dan ruboransia
·         Kunjungan ulang


c.       Antisipasi Diagnosa Dan Masalah Potensial
Disini penulis menemukan masalah yaitu anemia ringan yang berpotensi bermasalah pada masa kehamilan, persalinan maupun nifas
d.      Membutuhkan Tindakan Segera
Pada tinjauan kasus tidak ada dilakukan tindakan segera karena memang belum diperlukan
e.       Perencanaan Tindakan
Perencanaan dirumuskan mengacu pada masalah yang kita temui waktu melakukan pengkajian yang sesuai dengan kondisi klien.
·         Beritahu ibu hasil tentang hasil pemeriksaan
·         Jelaskan pada ibu penyebab lelah,mengantuk dan cara mengatasinya
·         Beritahu ibu tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan pada TM III
·         Berikan ibu tablef FE dan ruboransia
·         Jadwalkan dan sepakati dengan  ibu untuk kunjungan ulang
f.       Pelaksanaan tindakan
Pada tahap ini adalah pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat
g.      Evualisasi
Merupakan tahap akhir proses manajemen kebidanan berdasarkan laporan kasus yang penulis lakukan selama melakukan manjemen kebidanan terhadap klien dengan primigravida. Penulis mengambil kesimpulan bahwa penyebab anemia pada kasus Ny. I karena asupan gizi yang kurang.






















BAB V
PENUTUP

A.             Kesimpulan
           
            Seseorang dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin kurang dari 12g/100ml. namun anemia lebih sering dijumpai dalam kehamilam. Hal itu disebabkan karena dalam kehamilan keperluan akan zat-zat makanan bertambah dan terjadi pula perubahan-perubahan dalam darah dan sum-sum tulang.
            Kejadian anemia pada ibu hamil harus selalu diwaspadai mengingat anemia dapat meningkatkan risiko kematian ibu, angka prematuritas, BBLR dan angka kematian bayi. Untuk mengenali kejadian anemia pada kehamilan, seorang ibu harus mengetahui gejala anemia pada ibu hamil, yaitu cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang, malaise, lidah luka, nafsu makan turun (anoreksia), konsentrasi hilang, napas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada kehamilan muda.
            Pengobatan anemia biasanya dengan pemberian tambahan zat besi. Sebagian besar tablet zat besi mengandung ferosulfat, besi glukonat atau suatu polisakarida. Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika minimum 30 menit sebelum makan. Biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari, kadang diperlukan 2 tablet. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas, karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam, dan ini adalah efek samping yang normal dan tidak berbahaya.
           
            Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Zat besi dapat diperoleh dengan dengan mengonsumsi daging (terutama daging merah) seperti sapi. Zat besi juga dapat ditemukan pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung, buncis, kacang polong, serta kacang-kacangan. Perlu diperhatikan bahwa zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi.
            Zat besi juga dapat dicegah dengan mengatur jarak kehamilan atau kelahiran bayi. Makin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan, maka akan makin banyak kehilangan zat besi dan menjadi semakin anemis. Jika cadangan Fe minimal, maka setiap kehamilan akan menguras persediaan Fe tubuh dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Oleh karena itu, perlu diupayakan agar jarak antar kehamilan tidak terlalu pendek,


B.              Saran
           Kebijakan dari pemerintah yang ikut andil dalam pemeliharaan kesehatan calon ibu dengan menanggulangi anemia ini dengan cara memberikan tablet tambah darah untuk mengatasi anemia ibu perlu lebih pengaplikasikannya secara terorganisir








DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, I.B.G.1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC

Manuaba, I.B.G. 2001. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC

Mochtar, R. 1998 . Sinopsis Obstetri. Edisi 2. Jakarta: EGC

Notobroto. 2003. Insiden Anemia. http://adln.lib.unair.ac.id. diperoleh 24 Februari, 2006.

Saifudin, A.B. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: YBP-SP

Winkdjosastro, H. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBP-SP










1 komentar: